Rabu, 13 November 2013

Aku Ada Karena Kau Ada


Hempaskanlah semua resahmu
Resapilah makna hadirku
Aku ada karena kau ada.

Genggam erat  keyakinanku padamu
Gapai semua mimpi indah bersama
Aku ada karena kau ada.

Hilangkanlah kegundahanmu padaku
Musnahkanlah segala keraguan
Sambutlah impian hidup
Jiwa kita menanti.

Lupakanlah semua kerisauan yang ada
Buang semua beban
Dengarkanlah panggilan jiwa.
                                                                                   
                             

Selasa, 12 November 2013

SETITIK KEAJAIBAN

Sadarilah hati ini jika aku pernah bersalah
atas kesalahan yang tak nampak
yang terkubur di dalam batin yang selalu
mengharapkan setitik keajaiban yang tak di sadari.

Sosok wajah indah terlukis...
Dalam gelapnya malam heningkan jiwa.

Akankah engkau hadir dalam lamunanku..?

Jika saja bayang itu akan datang menghampiri..
Akan ku coba merangkai Indahnya bunga di taman surga.

Harapan pun berkecamuk...
Akankah engkau tahu..?
Ataukah akan berlalu dengan sejuta sesal.

RASA

Hari hari berganti seakan rasa tak lagi mendewasakan kita.
Dimana kita selalu  mengharapkan apa yang sebenarnya tidak di mengerti.

Terkadang kita berpikir entah apa atau bagaimana akhir dari sebuah rasa
Ataukah tenggelam dalam sebuah mimpi.
Aku pernah bertanya pada sesosok bayang

“Wahai bayang bayang ilusi
Apakah rentang waktu yang terus bergulir
Dapat mendewasakan kita pada sebuah rasa yang tidak di mengerti?”

SEBUAH INSPIRASI HIDUP

Aku tak pernah tahu apa yang ada di pikiranmu malam ini.
Aku tak pernah  tahu apakah kamu tahu apa yang ada di pikiranku malam ini.
Pikiran di mana rasa gelisah itu telah lahir.
Kegelisahan yang mempunyai makna di dalam kehidupanku.
Kehidupan  yang  memberikan inspirasi hidup.

Dunia fantasiku pun mulai berekspresi
Hingga mengantarkan aku pada kedua rasa itu.
Rasa dimana aku seakan berada pada indah nya makna kehidupan.

Andaikan malam ini akan berlalu...
Aku berharap rasaku padamu tak akan berlalu.

Senin, 04 November 2013

Kicauan Mereka

Saat malam menyembunyikan wajah rembulan
dan kerlip bintang seakan redup di telan malam

Di temani nyanyian rindu...
Aku teringat di saat terjatuh
aku masih bisa tersenyum
walau mereka selalu tertawa.

Dan kini...
Di penghujung malam
aku masih mendengar lagi
kicauan mereka
tentang diriku, tentang kisahku

Minggu, 03 November 2013

“BERJALAN SENDIRI”
Hari ini seperti biasanya
Aku berjalan seakan sendiri melangkahkan kaki di kejauhan menghirup udara negri yang indah.

Aku percaya...
Tuhan tahu apa yang aku pikirkan
Tuhan tahu apa yang aku rasakan
Tuhan tahu apa cerita yang ingin ku ceritakan.

Berjalanlah...
Teruslah melangkah
kuatkan tekad
Melangkah yang tak seperti biasa nya.

Untuk mu...
Bagaimana bisa aku jatuh cinta
Jika disaat itu aku takut jatuh
Meski aku tak pernah layak
maka “TERSENYUMLAH”                                    

                                                                               04/10/1990
                                                                              Me


Senin, 28 Oktober 2013

Setiap malam mulai semakin gelap dan aku bukan sedang berada di tempat seharusnya, aku sadar ada hati lain yang merasa menanggung beban tanggung jawab akan keamanan diriku. Ya, aku yakin selalu ada dalam dirinya keinginan untuk menjamin keamanan dan mungkin kenyamanan diriku. Dan mungkin selalu ada dilema dalam hatinya saat inginnya berbentrokan dengan kenyataannya. Akan konsekuensinya. Akan keletihannya. Akan amanah-amanah dan tugas-tugas lainnya yang tidak bisa menunggunya. Akan semua yang mengejarnya dan membuatnya selalu merasa seperti berlari-lari.

Dan untukmu yang sedang merasa letih. Aku tau diriku tak akan pernah bisa sempurna bahkan hanya untuk sekedar mengurangi letihmu. Dan aku membenci diriku saat aku menyadari kau mulai menancapkan gas semakin kencang menantang angin-angin itu. Karena waktu terus berlari dan kau khawatir kita tertinggal hanya karena kita berjalan. Dan aku membenci diriku, saat tak ada hal berarti yang bisa aku lakukan, untuk sekedar mengembalikan tawamu, untuk sekedar membuatmu cepat tidur dan juga tidak lupa makan malam. Bukan aku tidak mau, tapi aku tidak tau. Ruang lingkupku terhalangi oleh diammu.

Dan untukmu yang merasa resah. Aku tau mimpi-mimpimu menjadi fokusmu saat ini. Dan aku tak akan cengeng hanya untuk meminta diperhatikan olehmu. Mimpi-mimpimu merupakan cita-cita hidupmu. Hidupmu merupakan aplikasi dari dirimu. Bahagiaku bukanlah hanya oleh kilometer jarak yang telah kita lalui demi hilang satu khawatirmu terhadap diriku, ataupun pundi-pundimu yang selalu mau kau bagi terhadapku. Meskipun sungguh aku terharu dan bangga akanmu oleh hal itu, tapi bahagiaku adalah saat aku bisa mensyukuri kebersyukuranmu. Kebersyukuranmu akan hidupmu, akan dirimu, dan akan mimpimu itu. Bagiku itu lah sebenaranya keinginanku akan hidupmu. Saat aku bisa mensyukuri kebersyukuranmu. Saat aku bisa mensyukuri kebahagiaanmu.

Dan untukmu. Barangkali mengerti akan diriku adalah hal sulit. Sifat anomali dalam diri ini entah seberapa banyak telah membuatmu mengerti dengan rumus toleransi. Akan suatu hal, seperti saat ini, saat hatiku lebih banyak berbicara daripada pikiranku, kukenalkan kamu pada sisi terdalamku. Mungkin entah berapa toleransi lagi yang harus kau penuhi untuk mengerti ini. Tapi setidaknya, saat telingamu tidak bisa mendengarkannya, semoga hatimu cukup tau untuk bisa merasakannya.

Ikhlasku pada setiap doa agar kau selalu ikhlas akan bahagiamu.

Terima kasih, aku tahu aku masih sangat jauh dari mengenalmu, dari mengerti akan apa yang menjadi kebutuhanmu. Tapi kini mengenalmu menjadi amalan seumur hidupku. Terima kasih, aku tahu aku masih sangat jauh dari sempurna, tapi ketika Dia memang menetapkan untuk menitipkanku padamu aku yakin Dia ingin menyempurnakanku dengan keberadaanmu.