Akhirnya semua telah terjelaskan bahwa semua menganggap itu tiada
arti. Tiada arti bila harus berharap,tiada arti bila harus menunggu, dan
tiada arti bila harus menangis. Karena hanya kematian yang akan
mengakhiri segala nya.
Percuma jika hanya menjadi penolong jika di hari kemudian harapan dan realitas tak sepaham.
Arti
memang tak lagi sama,tetapi cinta akan menyatuh pada kematian. Karena
kematian itu sendiri yang akan menjelaskan betapa naif nya hidup ini.
Dimana aku dan masa lalu akan bertemu di hari dimana aku akan bercerita
tentang kisah sandiwara hidup sampai hari itu telah datang. Karena
kematian itu telah mendekatkan diri pada jiwa-jiwa yang kosong tak
bermakna.
Kawan...
Masihkah engkau membalikkan diri ?
"Jika jiwa mu tak mau lagi menatap"
Kawan...
Masihkah engkau menuntunku ?
"Jika ragamu tak ingin lagi menggenggam jemariku"
Atau kah... "Engkau akan terus membiarkanku menjerit.
Sampai aku merasakan keterasingan...
Sampai aku menutup mata"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar